Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Nasional
Nasional

24 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Penanganan Karhutla Terus Diperkuat

✍️ Fitriani 🕒 06 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud. Foto: istimewa

infokayong.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat 24 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 4 Oktober 2026.

Seluruh titik panas tersebut berada di Kabupaten Ketapang. Pemerintah daerah bersama sejumlah unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk mencegah munculnya kebakaran yang lebih luas.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan jumlah hotspot tersebut jauh menurun dibandingkan kondisi sebelumnya.

"Untuk tingkat kepercayaan tinggi, data yang kami terima sampai 4 Oktober pukul 23.59 WIB hanya mempunyai titik panas sebanyak 24 titik dan itu berada di Kabupaten Ketapang," ujar Ridwan di Pontianak, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, kondisi karhutla di Kalbar secara umum telah membaik dan relatif terkendali. Bahkan, wilayah Kalbar sempat tidak mencatat titik panas pada pekan sebelumnya.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi kebakaran dapat kembali muncul akibat aktivitas pembukaan maupun pembakaran lahan.

Dalam penanganannya, BPBD Kalbar mengerahkan satgas darat dan udara. Dua helikopter digunakan untuk melakukan patroli di sejumlah wilayah, termasuk Ketapang dan Kayong Utara.

Sementara itu, unsur BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan instansi terkait terus melakukan pemadaman, pendinginan serta pemeriksaan lapangan terhadap lokasi yang terindikasi mengalami karhutla.

Upaya penanganan juga didukung operasi modifikasi cuaca (OMC) yang diharapkan mampu menghasilkan hujan untuk membasahi wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran.

BMKG sendiri memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalbar. Namun, Ketapang masih menjadi perhatian karena belum memiliki potensi hujan pada periode tersebut.

Ridwan berharap kondisi cuaca dapat mendukung pelaksanaan OMC sehingga curah hujan dapat membantu mengurangi risiko meluasnya karhutla.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update