Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

Dampak Karhutla di Kalimantan Tengah: Hujan Belum Cukup Normalisasi Penerbangan Tjilik Riwut

✍️ Fitriani 🕒 28 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Bandara Tjilik Riwut
Bandara Tjilik Riwut Foto: istimewa

PALANGKA RAYA — Operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, hingga saat ini belum sepenuhnya kembali normal. Meskipun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir dan berhasil mengurangi tingkat ketebalan kabut asap, jarak pandang horizontal di sekitar kawasan bandara dilaporkan masih berada di bawah ambang batas aman untuk pendaratan dan penerbangan pesawat terbang.

Kondisi ini memaksa pihak otoritas bandara bersama maskapai penerbangan terkait untuk tetap memberlakukan penundaan (delayed) maupun pembatalan sejumlah rute penerbangan demi mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penumpang. Minimnya jarak pandang akibat sisa-sisa partikel debu dan uap air yang mengikat polusi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi faktor utama yang menghambat aktivitas penerbangan di bandara kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah tersebut.

Penjelasan Otoritas Bandara Terkait Kondisi Lapangan

Pihak pengelola Bandara Tjilik Riwut terus memantau perkembangan cuaca secara berkala setiap jamnya bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan data observasi meteorologi penerbangan, kabut asap yang bercampur dengan kabut pagi hari masih sering membatasi jarak pandang pilot saat hendak melakukan proses take-off maupun landing.

Meskipun curah hujan yang turun cukup membantu membersihkan udara di daratan, sisa asap dari lahan yang terbakar di beberapa titik kabupaten penyangga masih terbawa angin dan mengumpul di sekitar wilayah bandara. Hal ini membuat peningkatan kualitas udara belum berdampak secara instan terhadap dunia penerbangan komersial yang membutuhkan standar visibilitas tinggi.

Sejumlah calon penumpang yang telah memadati ruang tunggu terminal sejak pagi hari tampak sabar menantikan kepastian keberangkatan. Pihak maskapai secara proaktif telah mendirikan posko pelayanan informasi guna membagikan kompensasi keterlambatan serta memberikan opsi penjadwalan ulang (reschedule) ataupun pengembalian dana (refund) bagi penumpang yang memiliki keperluan mendesak.

Upaya Penanganan Karhutla dan Harapan Pemulihan Cuaca

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satgas Karhutla gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan terus mengintensifkan operasi pemadaman darat dan udara. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan juga terus dimaksimalkan untuk menyemai awan potensi hujan di atas wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran.

Para pejabat berwenang terus menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kualitas udara yang fluktuatif. Penggunaan masker standar saat beraktivitas di luar ruangan sangat dianjurkan selama sisa-sisa kabut asap belum benar-benar lenyap dari udara Palangka Raya.

Di sisi lain, masyarakat dan para pengguna jasa transportasi udara berharap agar kondisi cuaca segera membaik secara permanen. Dengan meredanya kabut asap secara total, aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta arus logistik melalui Bandara Tjilik Riwut diharapkan dapat segera pulih normal tanpa ada lagi hambatan operasional penerbangan.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update