736 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat
infokayong.com – Sebanyak 736 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) selama 24 jam terakhir hingga Jumat (16/10/2026). Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Reny, menyampaikan bahwa hujan berpotensi terjadi di beberapa wilayah Kalbar mulai pagi hingga dini hari. Masyarakat juga diminta memperhatikan kemungkinan hujan yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara, hujan ringan diprakirakan terjadi pada pagi hingga siang hari. Potensi hujan ringan juga masih dapat berlangsung pada malam hingga dini hari.
“Dari pagi hingga siang kami perkirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan di sebagian kawasan atau kota di Kayong Utara dan Melawi,” ujar Reny dalam laporan prakiraan cuaca BMKG Supadio Pontianak yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Pontianak, Jumat (16/10/2026).
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan melanda sejumlah wilayah Kalbar. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sambas, Ketapang, Melawi, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Pontianak, dan Mempawah.
BMKG turut mengingatkan masyarakat di Kabupaten Bengkayang dan Sekadau untuk mewaspadai potensi hujan lebat pada periode tersebut.
Pada malam hingga dini hari, hujan ringan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kubu Raya, Kayong Utara, Sambas, dan Pontianak. Adapun hujan sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Sintang, Kapuas Hulu, Landak, dan Melawi.
Angin hingga 35 Kilometer per Jam
Selain hujan, BMKG memprakirakan angin di wilayah Kalbar bertiup dari arah timur hingga barat dengan kecepatan berkisar 10–35 kilometer per jam.
Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara mencapai 56–98 persen.
Reny mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyertai hujan.
“Waspada potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat,” katanya.
Potensi Karhutla Masih Perlu Diwaspadai
Di tengah prakiraan hujan tersebut, keberadaan 736 titik panas di Kalbar menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Reny menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan indeks kemudahan terjadinya karhutla untuk satu minggu ke depan, wilayah Kalbar masih berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran masih perlu diantisipasi meskipun hujan diprakirakan turun di sejumlah daerah. Masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan atau lahan agar dapat ditangani sedini mungkin.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan maupun saat kondisi cuaca berubah.
