99 Persen UMKM Kalbar Masih Berskala Mikro, Pemprov Dorong Usaha Naik Kelas
infokayong.com – Lebih dari 99 persen dari sekitar 338 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdata di Kalimantan Barat masih berada pada skala mikro. Kondisi ini mendorong pemerintah provinsi memperkuat pembinaan, akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pemasaran agar pelaku usaha mampu berkembang.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 yang dirangkai dengan Yudisium Periode I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan), di Auditorium Untan, Pontianak, Senin (26/10/2026).
Menurut Norsan, penguatan kewirausahaan memiliki peran penting dalam membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan ekonomi Kalimantan Barat tumbuh 5,61 persen pada triwulan II 2026. Sementara itu, tingkat kemiskinan tercatat 5,78 persen pada Maret 2026, dengan sekitar 132 ribu warga masih menganggur.
“Pelaku usaha mikro tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan meningkatkan skala usahanya,” kata Norsan.
Untuk mendorong pertumbuhan UMKM, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan potensi unggulan Kalbar, mulai dari kopi liberika, kakao, tengkawang, madu, karet, hingga sektor perikanan.
Potensi tersebut dinilai memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah apabila dikembangkan melalui pengolahan yang lebih baik, inovasi produk, peningkatan mutu, dan strategi pemasaran yang tepat.
Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga berpeluang menghasilkan produk olahan yang memiliki daya saing dan menjangkau pasar lebih luas.
Koperasi dan Digitalisasi Jadi Penggerak Usaha
Selain pengembangan produk, Norsan menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara aktif dan produktif. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, sebanyak 2.143 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kalimantan Barat telah berbadan hukum.
Keberadaan koperasi diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan sesuai kebutuhan anggota.
Norsan juga mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi digital dan ekonomi kreatif untuk membangun usaha. Pemanfaatan platform digital dinilai dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan peluang penjualan.
Di sisi lain, pelaku usaha didorong menjaga konsistensi kualitas produk serta melengkapi legalitas dan sertifikasi yang dibutuhkan. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk lokal.
Upaya pengembangan UMKM juga memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha serta membuka akses terhadap pembiayaan dan pasar.
Program SAPA UMKM Perkuat Ekosistem Usaha
Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya penguatan ekosistem kewirausahaan di daerah.
Ia juga menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menggerakkan ekonomi riil dan membuka peluang pasar bagi UMKM, terutama melalui kebutuhan barang dan jasa yang dapat dipenuhi pelaku usaha lokal.
Dalam kegiatan itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Kementerian UMKM, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Kalbar untuk mendukung implementasi program SAPA UMKM.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem layanan terpadu sekaligus mempermudah pelaku usaha memperoleh akses terhadap dukungan pengembangan bisnis.
Melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, dan pembukaan pasar baru, UMKM Kalimantan Barat diharapkan dapat berkembang dari usaha mikro menjadi usaha yang lebih besar dan berkelanjutan.
Penguatan sektor ini juga diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.
