Antisipasi Asap Tebal di Bandara Tjilik Riwut, Kapolda Kalteng Pimpin Pembasahan Lahan Gambut
PALANGKA RAYA — Langkah cepat terus diambil jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) bersama Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) dalam memitigasi dampak asap terhadap objek vital nasional. Langkah ini dipicu oleh kembali munculnya kobaran api di atas lahan gambut kawasan Jalan Telawang Raya, Kota Palangka Raya, yang letaknya berada sangat dekat dengan area operasional Bandara Tjilik Riwut.
Pengerahan personel dan armada pemadam kebakaran dilakukan secara intensif guna mengepung serta memadamkan titik api (hotspot) yang dinilai berisiko tinggi membahayakan keselamatan transportasi udara di wilayah tersebut. Pemadaman dan pendinginan lahan terus digencarkan mengingat potensi arah angin yang berembus dapat menyebarkan kabut asap pekat hingga menyelimuti landasan pacu (runway) penerbangan.
Kekhawatiran mendasar tim penanggulangan bersumber dari letak geografis lokasi kebakaran yang berada tepat di sektor tenggara fasilitas penerbangan utama Palangka Raya tersebut. Apabila pergerakan angin berhembus dominan menuju arah tersebut, maka asap tebal hasil pembakaran bahan organik gambut dipastikan bakal mengancam jarak pandang penerbangan.
Melihat ancaman nyata yang berpotensi melumpuhkan aktivitas kebandarudaraaan, Kapolda Kalteng menegaskan instruksi langsung di lapangan mengenai urgensi aksi pembasahan secara menyeluruh.
“Dari tadi pagi kami melihat ada titik api lagi yang muncul. Ternyata, di sini juga masih terdapat cukup banyak asap. Lokasi ini berada di sebelah tenggara Bandara Tjilik Riwut. Jika angin bertiup dari arah tenggara, asap berpotensi menutupi Bandara Tjilik Riwut. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan lahan hari ini,” tegasnya.
Kondisi tanah gambut di kawasan Jalan Telawang Raya memang memiliki karakteristik yang sangat menguji ketahanan tim pemadam. Walaupun bara api di lapisan permukaan tampak telah padam setelah upaya penyiraman intensif beberapa waktu sebelumnya, sisa-sisa sekam api di dalam lapisan dalam tanah gambut nyatanya masih menyimpan panas berlebih. Ketika cuaca terik serta tiupan angin kencang menerpa, material kering di atasnya dengan mudah kembali tersulut, menghasilkan kepulan asap putih tebal yang membumbung tinggi.
Petugas gabungan di lapangan terpaksa harus bekerja ekstra keras melakukan teknik penyekatan dan penyuntikan air (water injection) hingga meresap dalam ke lapisan dalam tanah gambut demi memastikan material bawah permukaan tak lagi membara. Selang-selang pemadam bertekanan tinggi dihamparkan mengelilingi perimeter kebakaran guna memutus jalur penyebaran api agar tidak semakin meluas mendekati garis batas luar fasilitas penerbangan.
Langkah penanganan bencana ini tidak hanya terbatas pada penyiraman fisik di titik-titik bencana, namun juga diimbangi dengan tindakan penegakan hukum tegas dari aparat kepolisian terhadap para pihak yang disinyalir memicu munculnya bencana karhutla di bumi Tambun Bungei tersebut.
Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum terhadap para pelaku perusak lingkungan terus digencarkan secara pararel, baik yang menyasar lini perorangan maupun kalangan entitas bisnis atau perusahaan yang terbukti lalai menjaga konsesinya dari sebaran api.
Mengenai perkembangan pengusutan indikasi keterlibatan pihak entitas korporasi dalam bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah hukum Kalimantan Tengah, Kapolda Kalteng memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penyidikan yang tengah berjalan:
“Terkait korporasi, sebelumnya sudah saya sampaikan bahwa ada 12 korporasi yang sedang menjalani proses penegakan hukum. Seluruhnya sudah kami naikkan ke tahap penyidikan, dan satu korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.
Pihak kepolisian terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemilik konsesi lahan untuk tidak sekali-kali melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau atau cuaca ekstrem. Langkah pencegahan ini krusial mengingat karakteristik tanah gambut di Kalimantan Tengah sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan jika api telah menjangkau lapisan tanah bagian dalam.
Dengan diterjunkannya tim gabungan ke titik rawan Telawang Raya ini, diharapkan potensi gangguan asap di Bandara Tjilik Riwut dapat ditekan sesegera mungkin sehingga jalur transportasi udara Palangka Raya tetap beroperasi dengan aman dan lancar.
