Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bea Cukai Dorong UMKM Kalbar Perluas Ekspor Produk Olahan Lewat Perbatasan

✍️ Fitriani 🕒 05 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Bea Cukai dorong produk olahan Bengkayang tembus pasar Malaysia
Bea Cukai dorong produk olahan Bengkayang tembus pasar Malaysia Foto: istimewa

infokayong.com – Bea Cukai Jagoi Babang mendorong pelaku usaha lokal di Kalimantan Barat meningkatkan produksi barang olahan untuk memperluas pasar ekspor melalui kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus membuka peluang bagi produk pertanian, perkebunan, dan UMKM Kalbar untuk masuk ke pasar Malaysia.

Kepala Bea Cukai Jagoi Babang, Arman Tarmidzi, mengatakan produk olahan memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor.

“Misalnya produk olahan hasil pertanian dan buah-buahan, olahan jagung, atau makanan ringan khas daerah,” kata Arman di Bengkayang, Minggu.

Menurutnya, produk yang telah melalui proses pengolahan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan komoditas mentah. Selain memberikan nilai ekonomi lebih tinggi, produk olahan juga cenderung memiliki daya tahan yang lebih lama.

Meski demikian, pengembangan produk untuk pasar ekspor masih membutuhkan sejumlah dukungan. Pelaku usaha perlu memenuhi persyaratan sertifikasi, standar kemasan hingga akses permodalan.

“Bea Cukai Jagoi Babang siap memberikan pendampingan dari sisi prosedur ekspornya,” ujar Arman.

Ia menyebut masih terdapat berbagai produk lokal yang memiliki peluang untuk dipasarkan ke luar negeri, tetapi belum seluruhnya diekspor melalui jalur resmi.

Karena itu, Bea Cukai Jagoi Babang terus memberikan asistensi kepada pelaku UMKM. Pendampingan mencakup pengenalan prosedur ekspor, pengurusan dokumen hingga pemanfaatan layanan Klinik Ekspor.

Bea Cukai juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan instansi terkait untuk mengidentifikasi komoditas unggulan baru. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli dari Malaysia.

Selain pasar Malaysia, pelaku UMKM juga dikenalkan dengan peluang ekspor ke pasar Asia melalui pembelajaran yang melibatkan atase keuangan di Hong Kong.

Di sisi lain, Arman menilai kelengkapan fasilitas perdagangan di kawasan perbatasan dapat turut mendorong peningkatan arus barang melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang.

Barang yang berpotensi diperdagangkan tidak hanya produk ekspor dari wilayah Kalbar, tetapi juga berbagai kebutuhan masyarakat perbatasan, seperti bahan pokok dan barang konsumsi.

Namun, perdagangan tersebut tetap harus mengikuti ketentuan Border Trade Agreement (BTA) Indonesia-Malaysia maupun aturan lain yang telah disepakati kedua negara.

“Potensi riilnya akan sangat bergantung pada kebutuhan pasar dan pelaku usaha di wilayah Bengkayang dan sekitarnya,” kata Arman.

Pengembangan produk olahan lokal diharapkan dapat membuat pelaku usaha tidak hanya bergantung pada penjualan komoditas mentah, tetapi mampu memperoleh nilai tambah sekaligus memperluas akses pasar melalui kawasan perbatasan.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update