Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

Bengkayang Gandeng WVI Cegah Stunting di Enam Desa

✍️ Fitriani 🕒 14 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal.
Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal. Foto: istimewa

infokayong.com – Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menggandeng Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Program Desa Model yang menyasar enam desa di tiga kecamatan.

Program tersebut difokuskan pada penguatan intervensi di tingkat desa, mulai dari edukasi gizi, pendampingan keluarga, hingga identifikasi kendala pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak.

Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan stunting berjalan tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan pendampingan dan evaluasi Program Desa Model di Desa Bukit Serayan, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Selasa.

"Program ini diarahkan untuk memperkuat intervensi di tingkat desa, mulai dari edukasi gizi, pendampingan keluarga, hingga identifikasi kendala pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak," ujar Syamsul Rizal.

Menurut dia, evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita.

“Evaluasi ini menjadi kunci agar setiap intervensi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting,” katanya.

Enam desa yang menjadi wilayah binaan WVI meliputi Desa Bani Amas dan Setia Budi di Kecamatan Bengkayang; Desa Pasti Jaya dan Bukit Serayan di Kecamatan Samalantan; serta Desa Sebetung Menyala dan Bana di Kecamatan Teriak.

Melalui kegiatan pendampingan, tim melakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan program pencegahan stunting di masing-masing desa.

Pendampingan juga mencakup peningkatan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi, kesehatan ibu hamil, serta pola asuh anak. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu keluarga mengenali faktor risiko stunting sejak dini dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

"Upaya ini diharapkan membantu masyarakat mengenali faktor risiko stunting sejak dini sekaligus mendorong pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia," ujar Syamsul Rizal.

Ia berharap sinergi pemerintah daerah dan WVI dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bengkayang.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update