Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Hiburan
Hiburan

Freddy Tamaela, Phil Collins-nya Indonesia yang Dikenang Pecinta Rock

✍️ Fitriani 🕒 27 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Freddy Tamaela: Phil Collins dari Ambon di era 1980-an
Freddy Tamaela: Phil Collins dari Ambon di era 1980-an Foto: istimewa

infokayong.com – Nama Freddy Tamaela menjadi salah satu bagian menarik dalam perjalanan musik rock Indonesia era 1980-an. Musisi yang dikenal memiliki karakter vokal khas ini kembali mendapat perhatian setelah akun Facebook HISTORY MALUKU & MALUT mengulas perjalanan kariernya.

Bagi pencinta rock progresif, Freddy bukan sekadar penyanyi dengan suara yang kuat. Ia dikenal melalui teknik vokal yang bergaung, penampilan panggung teatrikal, serta gaya berbusana yang mencolok. Karakter tersebut membuatnya kerap dijuluki sebagai “Phil Collins-nya Indonesia”.

Freddy lahir pada 7 Desember di Arnhem, Belanda. Meski demikian, sejumlah sumber mencatat tahun kelahirannya secara berbeda, yakni 1950 dan 1953. Sebelum terjun ke dunia musik, ia diketahui pernah menekuni sepak bola.

Perkenalannya dengan musik dimulai ketika bergabung dengan The ATS Group, band asal Bogor. Di kelompok tersebut, Freddy memainkan harmonika sekaligus mengasah kemampuannya sebagai vokalis.

Perjalanan kariernya memasuki babak penting pada 1982. Bersama Oding Nasution, Yaya Moektio, Debby Nasution, Harry Minggoes, dan sejumlah musisi lainnya, Freddy membentuk Batara Band yang kemudian berkembang menjadi Cockpit.

Bersama Cockpit, Freddy ikut meramaikan perkembangan musik rock Tanah Air. Album Ambon Jazz Rock Reggae yang dirilis pada 1983 menjadi bagian dari perjalanan rekaman mereka. Nama Freddy dan Cockpit semakin dikenal melalui album Ratna Sari Dewi pada 1984, terutama lewat lagu “Haruskah Aku Berlari”.

Kekuatan vokal dan penampilan panggung yang khas menjadi pembeda Freddy di tengah perkembangan musik Indonesia saat itu. Rambut dikepang dan busana panggung yang mencolok turut membentuk identitasnya sebagai musisi dengan gaya tersendiri.

Selain dikenal lewat musik rock nasional, Freddy juga memiliki keterkaitan dengan identitas musikal Maluku. Lagu “Toki-Toki Gaba-Gaba”, yang dikenal sebagai salah satu lagu Ambon populer, kembali disebut dalam kolom komentar unggahan HISTORY MALUKU & MALUT.

Sejumlah pengguna Facebook turut merespons unggahan tersebut. Fredik Anakotta menyebut “Toki-Toki Gaba-Gaba” sebagai salah satu lagu Ambon populer dari Freddy Tamaela. Sementara itu, Matheos Yohan Soukotta menuliskan komentar, “Sweet nyong Ambon”.

Respons tersebut memperlihatkan bahwa ingatan publik terhadap Freddy tidak hanya berkaitan dengan kiprahnya di panggung rock nasional. Karya dan kedekatannya dengan warna musik Maluku juga menjadi bagian dari warisan musikal yang melekat pada sosoknya.

Hingga kini, Freddy Tamaela tetap menjadi nama yang menarik untuk dikenang dalam sejarah rock progresif Indonesia. Karakter vokal, keberanian berekspresi, dan gaya panggungnya meninggalkan warna tersendiri di tengah perjalanan musik Tanah Air.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update