Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

Hotspot Karhutla Kalbar Turun Jadi 55 Titik, 51 Orangutan Diselamatkan

✍️ Fitriani 🕒 26 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
ilustrasi karhutla kalbar
ilustrasi karhutla kalbar Foto: istimewa

infokayong.com – Jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menurun tajam pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga pukul 21.00 WIB, tercatat 317 titik panas, turun 1.019 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Penurunan juga terjadi di Kalimantan Barat. Jumlah hotspot di provinsi ini berkurang dari 184 titik menjadi 55 titik. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat penurunan dari 785 menjadi 60 titik.

Meski situasi menunjukkan perbaikan, pemerintah tetap memperkuat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masih memiliki indikasi kebakaran. Setiap titik panas perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung atau groundcheck untuk memastikan kondisi di lapangan.

Di Kalimantan Barat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kementerian Kehutanan juga menyiapkan tambahan 104 personel untuk memperkuat operasi di sejumlah titik prioritas.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, serta unsur terkait lainnya.

Pemerintah turut menyiagakan 49 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 32 unit digunakan untuk operasi pengeboman air (water bombing), sedangkan 17 unit lainnya mendukung patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Dua Orangutan Dilepasliarkan di Ketapang

Di tengah penanganan karhutla, upaya perlindungan satwa liar juga dilakukan di Kabupaten Ketapang. Menteri Kehutanan melepasliarkan dua orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Adil dan Gigih ke habitat alaminya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), serta melibatkan unsur TNI dan Polri.

Adil, orangutan jantan berusia lebih dari delapan tahun, dan Gigih yang berusia lebih dari sepuluh tahun sebelumnya dievakuasi dari perkebunan kelapa sawit di Desa Laman Satong, Ketapang, pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Sebelum dilepasliarkan, keduanya menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisinya memungkinkan kembali ke alam. Setelah dinyatakan siap, kedua orangutan tersebut dilepasliarkan sehari kemudian.

Kementerian Kehutanan menekankan bahwa perlindungan habitat menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan hidup orangutan. Kerusakan dan kebakaran habitat dapat meningkatkan risiko satwa keluar dari kawasan hutan dan memasuki wilayah aktivitas manusia.

Selama 6 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 51 orangutan dilaporkan telah diselamatkan dari wilayah terdampak karhutla di Ketapang dan Kayong Utara. Data ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran juga berkaitan erat dengan upaya penyelamatan satwa dan perlindungan ekosistem di wilayah tersebut.

Masyarakat Diimbau Tidak Membakar Lahan

Selain pemadaman melalui jalur darat dan udara, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Sumatera dan Kalimantan dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan. Operasi ini menggunakan bahan semai berupa es kering (dry ice) dan natrium klorida (NaCl), dengan dukungan pesawat TNI AU C-130 Hercules dan CN-295.

Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa penurunan jumlah hotspot belum berarti ancaman karhutla sepenuhnya berakhir. Pemadaman, pembasahan, dan pendinginan tetap diperlukan untuk memastikan api maupun bara di bawah permukaan benar-benar padam.

Masyarakat dan pelaku usaha juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, warga diimbau segera melapor kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update