Inovasi Rumah Dilan Mewarnai Peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Kalimantan Barat di Kubu Raya
KUBU RAYA – Penyelenggaraan Peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kubu Raya menjadi panggung utama dalam memperkenal inovasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu gebrakan unggulan yang menarik perhatian publik serta para pimpinan daerah adalah hadirnya Rumah Dilan (Rumah Pendidikan dan Keterampilan), sebuah terobosan pemberdayaan keluarga berbasis edukasi dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Inovasi Rumah Dilan ini terwujud berkat sinergi menyeluruh antara TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Pemkab Kubu Raya sebagai tuan rumah, serta TP PKK dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar. Kehadiran ruang inovasi tersebut menjadi ruang pamer sekaligus wadah praktik nyata bagi kader PKK dalam menunjukkan berbagai karya kreatif, produk olahan pangan lokal, hingga keahlian vokasional dari wilayah masing-masing.
Keberadaan inovasi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para tokoh dan pimpinan PKK daerah yang hadir. Ketua TP PKK Kabupaten Ketapang, Lusia Dewi Nurjana Alexander Wilyo, yang turut hadir dalam rangkaian kegiatan peringatan HKG PKK ke-54 tersebut memberikan sorotan khusus terhadap efektivitas program Rumah Dilan.
"Rumah Dilan menjadi inovasi yang sangat baik. Seluruh kabupaten dan kota menampilkan hasil terbaiknya. Ini menjadi contoh bagaimana rumah pendidikan dan keterampilan dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Lusia menegaskan bahwa inovasi Rumah Dilan bukan sekadar pameran sesaat, melainkan format konkret pembinaan keluarga yang dapat diadopsi dan diimplementasikan secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, wadah seperti ini mampu memberikan bekal Keterampilan Ilmiah dan Praktis (KIP) bagi para ibu serta generasi muda di daerah agar lebih mandiri secara finansial.
Konsep Rumah Dilan sendiri merupakan wujud nyata implementasi Program Kerja Pokok PKK, khususnya di bidang pendidikan, keterampilan, dan pengembangan kehidupan berkoperasi. Dalam praktiknya, Rumah Dilan menyajikan gambaran pusat pelatihan terpadu tempat masyarakat bisa mempelajari berbagai keahlian praktis, seperti kerajinan tangan khas daerah, tata boga berbasis potensi lokal, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk UMKM.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan HKG PKK ke-54 Kalbar, Kabupaten Kubu Raya dinilai berhasil menghadirkan suasana ajang yang inspiratif dan berkesan bagi seluruh kontingen kabupaten/kota. Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut tidak hanya dipenuhi oleh agenda seremonial, tetapi juga diisi dengan senam bersama, bazar produk UMKM, perlombaan antar-kader, serta rapat koordinasi teknis program pemberdayaan.
Berbagai kontingen dari kabupaten dan kota lain turut membawa ragam produk unggulan lokal untuk ditampilkan di Rumah Dilan. Saling tukar pengetahuan dan pengalaman antar-kader PKK se-Kalbar menjadi pemandangan yang mendominasi area pameran. Hal ini diharapkan mampu mendorong percepatan penanganan isu-isu krusial daerah, seperti penurunan angka stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan perempuan.
Keberadaan Rumah Dilan diharapkan menjadi pilot project nasional yang terus direplikasi di masa mendatang. Melalui integrasi antara pelatihan keterampilan praktis dan pendampingan usaha, lembaga PKK terbukti mampu bertransformasi dari organisasi kemasyarakatan biasa menjadi motor penggerak ekonomi keluarga yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Puncak acara HKG PKK ke-54 di Kubu Raya diakhiri dengan penyerahan berbagai penghargaan kepada TP PKK kabupaten/kota yang meraih prestasi dalam berbagai kategori perlombaan. Namun, pesan utama yang dibawa pulang oleh para kader dari seluruh penjuru Kalimantan Barat adalah komitmen untuk menghidupkan semangat Rumah Dilan di daerah masing-masing. Dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia di tingkat keluarga, kesejahteraan masyarakat Kalbar secara menyeluruh optimis dapat terwujud secara konsisten dan berkelanjutan.
