Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan Bandara Singkawang, Layanan Dihentikan

✍️ Fitriani 🕒 08 Oct 2026 👁️ 11x dibaca
Ilustrasi - Pesawat parkir di Bandara Singkawang.
Ilustrasi - Pesawat parkir di Bandara Singkawang. Foto: istimewa

infokayong.com – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat. Layanan penerbangan terpaksa dihentikan sejak Sabtu (3/10) akibat jarak pandang di landasan pacu yang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Penghentian tersebut terjadi hanya dua hari setelah layanan penerbangan kembali dibuka pada 1 Oktober 2026. Kondisi ini kembali mengganggu akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas atau kawasan Singbebas.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang Ilham Hafizi mengatakan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.

“Kami lakukan pembatalan penerbangan sejak Sabtu (3/10),” kata Ilham di Singkawang, Rabu (7/10).

Ilham menjelaskan kabut asap kembali menyelimuti Kota Singkawang dan wilayah sekitarnya setelah kondisi udara sebelumnya sempat membaik.

Menurutnya, jarak pandang yang terbatas membuat pesawat tidak dapat melakukan proses lepas landas maupun pendaratan secara aman.

“Pembatalan penerbangan karena kabut asap kembali menyelimuti Kota Singkawang. Kondisi ini membahayakan penerbangan, jadi kami tidak bisa mengambil risiko,” ujarnya.

Sebelumnya, layanan penerbangan di Bandara Singkawang kembali beroperasi pada 1 Oktober setelah sempat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Namun, memburuknya kembali kondisi udara menyebabkan aktivitas penerbangan kembali dihentikan.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap masyarakat di kawasan Singbebas. Bandara Singkawang sebelumnya diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di Singkawang, Bengkayang, dan Sambas.

Hingga Rabu (7/10), pihak bandara belum memastikan kapan penerbangan akan kembali dibuka. Keputusan tersebut masih menunggu kondisi udara dan jarak pandang membaik.

Pihak bandara terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia sebelum menentukan pembukaan kembali layanan penerbangan.

Dalam keterangan tersebut belum disebutkan secara rinci jumlah penerbangan maupun penumpang yang terdampak akibat penghentian layanan.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update