Krisis Air Bersih di Balikpapan: Bendungan Teritip Mendekati Batas Mati Operasional
Situasi penyusutan pasokan air baku di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kini memasuki babak yang mengkhawatirkan. Cadangan air yang tertampung di Bendungan Teritip mengalami penurunan secara drastis akibat hantaman musim kemarau panjang yang turut diperparah oleh dinamika fenomena iklim El Nino. Tingginya tingkat penguapan dan minimnya curah hujan membuat volume air di waduk tersebut menyusut tajam hingga berada di ambang batas kritis operasional. Menghadapi situasi darurat ini, otoritas terkait secara tegas menyerukan kepada seluruh masyarakat agar segera mengubah pola konsumsi dengan melakukan penghematan air secara disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan data teknis di lapangan, kapasitas tampungan yang tersisa saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan mendekati titik minimum yang dapat dipompa untuk kebutuhan pengolahan. Mengenai kondisi tersebut, pihak pengelola menjelaskan besaran daya tampung yang tersisa saat ini.
"Perkiraan saat ini daya tampung hanya 670 kubik dan dead storage di level 500 kubik. Jika masuk level tersebut, kita sudah tidak bisa lagi mengambil air dari waduk," ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Apabila volume air terus merosot hingga menyentuh angka dead storage atau batas mati operasional, mesin-mesin pompa pengolahan air bersih dipastikan tidak akan sanggup lagi menyedot air dari waduk. Hal ini tentu menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan distribusi air bersih ke ribuan rumah warga di berbagai penjuru kota, khususnya kawasan yang selama ini bergantung penuh pada suplai dari waduk tersebut.
Sebagai langkah mitigasi darurat guna menanggulangi dampak kekeringan yang semakin meluas, berbagai upaya rekayasa distribusi dan penambahan fasilitas pendukung telah dikerahkan. Langkah taktis ini diambil guna memperpanjang ketersediaan cadangan air sambil menunggu perubahan cuaca menuju musim hujan. Terkait penempatan sarana tambahan untuk membantu pasokan warga, pihak pengelola memberikan keterangan teknis berikut.
"IPA Mobile ditempatkan di Gunung Tembak. Tadinya di utara dan kami pindahkan ke timur karena kondisi waduk Teritip yang mengalami krisis. Ini menjadi bantuan untuk suplai ke warga melalui tangki," ulasnya.
Kehadiran instalasi pengolahan air mobile di wilayah timur ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang aliran air keranya mulai tersendat atau bahkan terhenti total akibat merosotnya produksi air baku. Selain itu, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi instruksi penghematan air. Partisipasi aktif dari setiap pelanggan rumah tangga dinilai memegang peranan krusial untuk menjaga agar cadangan air yang tersisa dapat bertahan cukup lama hingga fase peralihan musim benar-benar terjadi dan curah hujan kembali normal.
Ancaman kekeringan bayangi balikpapan, wali kota imbau hemat air
Video tersebut memberikan gambaran mengenai imbauan pemerintah daerah kepada masyarakat Balikpapan agar waspada dan mulai menghemat air bersih di tengah ancaman penurunan debit waduk.
