Museum Kalbar Usulkan Revitalisasi Berbasis Teknologi Imersi
infokayong.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Provinsi Kalimantan Barat mengusulkan revitalisasi museum dengan menggabungkan pembenahan fasilitas fisik dan pemanfaatan teknologi imersif untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah dan budaya yang lebih interaktif.
Kepala UPT Museum Provinsi Kalbar, Meidy Vinandar Pratama, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan. Pengembangan ini diharapkan membuat museum lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung, terutama generasi muda.
"Kami mengusulkan revitalisasi yang tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga dukungan teknologi, termasuk teknologi imersif," kata Meidy di Pontianak, Selasa.
Menurutnya, teknologi imersif dapat membantu pengunjung mengenal koleksi museum, sejarah, serta kekayaan budaya Kalimantan Barat melalui pengalaman yang lebih interaktif.
Namun, rencana revitalisasi tersebut kemungkinan belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Hal itu menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah.
“Kami mendapat informasi bahwa karena efisiensi anggaran di pusat dan daerah, usulan ini kemungkinan masih tertunda tahun ini. Kami akan terus mendorong agar bisa ditindaklanjuti pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Meidy menegaskan pihaknya akan terus mengupayakan agar rencana tersebut dapat ditindaklanjuti. Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik museum, tetapi juga memperkuat pemanfaatan teknologi sebagai sarana edukasi.
Dengan pendekatan yang lebih interaktif, museum diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang menarik bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak dan generasi muda.
Festival Seni Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda
Selain melalui pengembangan museum, perluasan akses masyarakat terhadap seni dan budaya juga dilakukan lewat penyelenggaraan kegiatan seni, salah satunya Rentak Kapuas Festival.
Kepala UPT Taman Budaya Kalbar, Gabriel Manuel, mengatakan festival seni tahunan tersebut akan terus dikembangkan melalui inovasi kegiatan dan perlombaan untuk meningkatkan minat masyarakat.
Menurut Gabriel, kegiatan seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi seniman muda untuk menampilkan karya, mengasah kemampuan, mendapatkan pengalaman, dan meraih prestasi.
Pengembangan museum yang didukung teknologi serta penyelenggaraan festival seni diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan budaya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya daerah dan mengembangkan kreativitas melalui pendekatan yang lebih menarik.
