RAPBD 2027 Kayong Utara Capai Rp680,9 Miliar, BTT Dialokasikan Rp8,4 Miliar
infokayong.com – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, merencanakan belanja daerah sebesar Rp680,9 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027. Angka tersebut meningkat dibandingkan APBD murni 2026 yang sebesar Rp652,3 miliar.
Dalam rancangan anggaran tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp8,4 miliar untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, termasuk penanganan bencana dan dampak kondisi lingkungan.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan, penyusunan anggaran daerah perlu mempertimbangkan kebutuhan pembangunan sekaligus kesiapan menghadapi risiko yang berpotensi memengaruhi masyarakat.
"Alokasi tersebut disiapkan di tengah tantangan yang dihadapi daerah, termasuk musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah," ujar Romi di Sukadana, Senin.
Selain belanja daerah, pendapatan Kayong Utara pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp659,8 miliar. Dengan demikian, RAPBD 2027 masih mencatat defisit sekitar Rp21 miliar berdasarkan selisih antara rencana belanja dan pendapatan.
Romi menegaskan, pelaksanaan anggaran harus memperhatikan realisasi pendapatan serta kondisi kas daerah. Jika penerimaan tidak mencapai target, pemerintah daerah perlu melakukan pengendalian atau penyesuaian belanja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, perencanaan keuangan daerah juga harus memperhitungkan kebutuhan untuk menghadapi keadaan darurat agar pelayanan publik tetap berjalan.
“Pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan perencanaan yang baik, tetapi juga kesiapan untuk merespons dinamika dan risiko yang berkembang di tengah masyarakat,” kata Romi.
Di tengah tantangan musim kemarau dan karhutla, anggaran BTT disiapkan untuk mendukung penanganan kebutuhan yang muncul akibat keadaan darurat. Penggunaannya tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan, ketentuan yang berlaku, serta kemampuan keuangan daerah.
Selain itu, arah kebijakan pembangunan dalam RAPBD 2027 mencakup penanggulangan bencana, penguatan ketahanan air, pengendalian risiko banjir, pengelolaan drainase, serta peningkatan infrastruktur pelayanan publik.
"Langkah ini tentu diarahkan untuk mendukung kesiapan daerah menghadapi berbagai risiko sekaligus memperkuat pelayanan dasar masyarakat," ujarnya.
Rancangan anggaran tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Kayong Utara. Pembahasan dilakukan untuk memastikan alokasi belanja dan pendapatan sesuai dengan prioritas pembangunan, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan fiskal daerah.
