Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Nasional
Nasional

Ria Norsan Desak Polda Kalbar Segera Usut Dugaan Kekerasan Mahasiswa

✍️ Fitriani 🕒 24 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menemui peserta aksi mahasiswa di Gedung DPRD Kalbar, Jumat (23/10/2026).
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menemui peserta aksi mahasiswa di Gedung DPRD Kalbar, Jumat (23/10/2026). Foto: istimewa

infokayong.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta Polda Kalbar segera memproses laporan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa yang terjadi saat demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalbar pada Selasa (20/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan Norsan ketika menemui ratusan mahasiswa dan peserta aksi yang kembali mendatangi Gedung DPRD Kalbar, Jumat (23/10/2026). Ia menyebut telah menerima informasi bahwa perkara tersebut sedang dalam pemeriksaan kepolisian.

“Sudah disampaikan Pak Kapolresta bahwa sedang dalam proses pemeriksaan. Saya minta ke Polda untuk segera diproses,” ujar Norsan di hadapan massa.

Ia menegaskan, penanganan lebih lanjut terhadap dugaan kekerasan tersebut menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Masalah proses selanjutnya kita serahkan ke APH,” tegasnya.

Dugaan kekerasan mencuat setelah sejumlah mahasiswa mengaku mengalami pemukulan oleh orang-orang berpakaian preman saat demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Kalbar pada 20 Oktober lalu. Hingga kini, identitas pihak yang diduga terlibat belum dipastikan dan masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum.

Perwakilan mahasiswa sebelumnya menyampaikan bahwa sedikitnya tujuh mahasiswa IAIN Pontianak diduga menjadi korban. Sementara itu, jumlah korban dari kelompok mahasiswa lain diperkirakan lebih banyak, tetapi masih memerlukan pendataan dan konfirmasi lebih lanjut.

Mahasiswa mengaku telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Polda Kalbar. Mereka mendesak kepolisian mengusut perkara secara transparan dan menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

Aksi di Gedung DPRD Kalbar pada Jumat juga membawa sejumlah persoalan lain. Massa menyuarakan tuntutan terkait transparansi anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketimpangan pendidikan, persoalan kesehatan, serta dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pertemuan dengan gubernur menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun, kepastian mengenai dugaan kekerasan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan aparat penegak hukum.

Pengusutan yang transparan diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian, memastikan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti, serta memberikan kepastian hukum bagi korban dan pihak-pihak yang disebut dalam laporan.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update