50 Guru SD di Ketapang Ikuti Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, Dorong Mutu Pendidikan Daerah
Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendongkrak mutu dunia pendidikan dasar melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik. Sebanyak 50 guru Sekolah Dasar (SD) pilihan dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Ketapang resmi mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026. Pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat penguasaan teknologi ini dilangsungkan selama empat hari penuh di salah satu hotel terkemuka di Kota Ketapang, yakni Hotel Nevada, sejak Senin (2/11).
Kegiatan strategis ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto. Kehadiran para guru pilihan ini menjadi babak baru dalam upaya menjawab tantangan zaman di era modern, di mana pemanfaatan perangkat digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi menciptakan suasana belajar yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi para siswa di tingkat dasar.
Dalam arahannya saat membuka acara, Sekda Repalianto menekankan bahwa pelaksanaan bimtek ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam memajukan sektor pendidikan. Peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) telah ditetapkan sebagai salah satu misi utama Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk periode 2025-2030. Oleh sebab itu, perhatian khusus terus dicurahkan kepada para guru agar mampu beradaptasi secara cepat dengan kemajuan teknologi mutakhir yang terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.
"Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Ketapang Tahun 2025-2030. Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan pemerataan kualitas pendidikan menjadi perhatian penting pemerintah daerah," ujar Repalianto dalam sambutannya di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Sekda Ketapang tersebut juga menyampaikan pesan khusus kepada para peserta yang hadir. Mengingat jumlah peserta yang dibatasi hanya 50 orang terpilih, mereka memegang peran strategis sebagai agen perubahan di daerah penugasannya masing-masing. Para guru diharapkan tidak berhenti menyerap ilmu untuk diri sendiri, melainkan aktif menyebarluaskan wawasan baru tersebut kepada rekan sejawat di lingkungan satuan pendidikan tempat mereka mengajar.
"Bapak dan Ibu adalah orang-orang terpilih. Manfaatkan kesempatan empat hari ini dengan sebaik-baiknya. Saya berharap setelah mengikuti pelatihan, Bapak dan Ibu dapat menjadi contoh sekaligus berbagi ilmu kepada guru-guru lainnya di Kabupaten Ketapang," pesan beliau kepada para guru.
Pemerintah daerah menilai bahwa tantangan pendidikan di era digital menuntut kreativitas tinggi dari seorang pendidik. Guru tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode ceramah konvensional di dalam kelas. Kehadiran media pembelajaran berbasis digital dapat menjadi jembatan efektif untuk merangsang minat belajar siswa, khususnya di sekolah-sekolah dasar yang tersebar hingga ke pelosok daerah. Dengan demikian, pemerataan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anak bangsa di Kabupaten Ketapang.
Melalui rangkaian materi yang padat dan aplikatif selama empat hari penyelenggaraan, para peserta dibekali berbagai keterampilan teknis maupun strategi pedagogis digital. Mulai dari pemanfaatan platform pembelajaran daring, pembuatan media ajar berbasis multimedia interaktif, hingga teknik evaluasi digital yang praktis dan efisien. Seluruh materi tersebut dirancang khusus agar mudah diaplikasikan secara nyata di dalam ruang kelas masing-masing.
Menutup rangkaian pembukaan acara tersebut, pemerintah daerah menyampaikan harapan besar agar output dari kegiatan ini benar-benar berdampak masif terhadap ekosistem pendidikan lokal. Keberhasilan para guru dalam menyerap materi pelatihan ini diyakini akan melahirkan generasi pendidik yang jauh lebih siap menghadapi dinamika dunia pendidikan modern yang berbasis teknologi informasi.
"Saya berharap kegiatan ini menghasilkan tenaga pendidik yang semakin kompeten, kreatif, dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan mutu pendidikan," harap Repal.
Dengan berakhirnya kegiatan bimtek ini nanti, para guru SD di Kabupaten Ketapang diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat secara berkelanjutan. Langkah nyata ini sekaligus menjadi fondasi kokoh bagi dunia pendidikan Ketapang untuk melangkah lebih maju, adaptif, serta berdaya saing tinggi di kancah regional maupun nasional.
