Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Nasional
Nasional

AHY menyebut proporsi SDM berbasis STEM Indonesia baru 20 persen, tertinggal dari Malaysia dan Tiongkok. Penguatan teknologi dan inovasi menjadi tantangan nasional.

✍️ Fitriani 🕒 09 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
AHY menyebut proporsi SDM berbasis STEM Indonesia baru 20 persen, tertinggal dari Malaysia dan Tiongkok. Penguatan teknologi dan inovasi menjadi tantangan nasional.
Foto: istimewa

infokayong.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proporsi sumber daya manusia (SDM) berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM) di Indonesia baru mencapai sekitar 20 persen.

Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang mencapai 43,5 persen dan Tiongkok sebesar 41 persen. Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas SDM serta memperkuat penguasaan teknologi dan inovasi di Indonesia.

"Proporsi SDM berbasis STEM di Indonesia baru sekitar 20 persen. Angka ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 43,5 persen maupun Tiongkok yang berada di angka 41 persen," kata AHY saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis.

AHY menjelaskan, kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas modal manusia (human capital), termasuk kemampuan menguasai teknologi dan menghasilkan inovasi.

Menurutnya, ITK memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan teknologi, inovasi, dan transformasi di Kalimantan maupun tingkat nasional. Kampus tersebut diresmikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014.

Kalimantan sendiri diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus ruang pengembangan transformasi nasional. Potensi tersebut mencakup sektor energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi maritim, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITK Prof. Dr. Agus Rubiyanto menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk memenuhi kebutuhan lahan kampus serta membangun fasilitas pintu gerbang utama.

Pihak kampus memandang pembangunan gerbang utama tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi simbol penyambutan bagi talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang menempuh pendidikan di Kalimantan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengawal penyediaan lahan dan dukungan anggaran bagi pembangunan fasilitas kampus ITK.

Rudy juga berharap kapasitas kampus dan jumlah mahasiswa ITK terus meningkat dari jumlah saat ini yang mencapai sekitar 9.000 mahasiswa. Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendukung pencetakan lebih banyak tenaga ahli lokal.

Peringatan Dies Natalis ke-12 ITK turut ditandai dengan peresmian simbolis konsorsium ITX. Konsorsium ini memperkuat kolaborasi empat institut teknologi negeri, yakni ITK, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Sumatera (Itera).

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update