Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

Water Bombing Masih Berlanjut, Sisa Bara Karhutla di Kayong Utara Diburu

✍️ Fitriani 🕒 30 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan helikopter patroli dan water bombing masih disiagakan untuk memantau sekaligus menangani sejumlah wilayah rawan karhutla.
Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan helikopter patroli dan water bombing masih disiagakan untuk memantau sekaligus menangani sejumlah wilayah rawan karhutla. Foto: istimewa

infokayong.com – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih berlanjut. Satuan Tugas (Satgas) Udara tetap mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing, terutama di kawasan gambut yang masih menyimpan sisa bara api.

Kabupaten Kayong Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam operasi tersebut. Pemadaman udara difokuskan di kawasan Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, untuk memastikan sisa kebakaran benar-benar padam dan tidak kembali meluas.

Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan helikopter patroli dan water bombing masih disiagakan untuk memantau sekaligus menangani sejumlah wilayah rawan karhutla.

Selain Kayong Utara, operasi udara juga menyasar kawasan Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya. Patroli dilakukan untuk memantau wilayah selatan dan utara Ketapang, serta sejumlah daerah lain seperti Landak, Bengkayang, Sambas, dan Mempawah.

Di Kabupaten Ketapang, pemadaman udara dilakukan di kawasan Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Penyiraman juga menjangkau Desa Pembedilan, Desa Air Hitam, dan Desa Natai Kuini di Kecamatan Kendawangan.

Sementara di Kabupaten Kubu Raya, operasi water bombing dilaksanakan di Desa Pasak, Kecamatan Sungai Ambawang.

Daniel menjelaskan, meskipun jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dilaporkan nihil di Kalimantan Barat pada hari sebelumnya, kegiatan pemadaman tetap dilakukan karena masih ditemukan sisa bara api di sejumlah lokasi.

“Meski sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi nol di Kalbar pada hari ini (kemarin), kegiatan Satgas Udara untuk melaksanakan water bombing masih kami laksanakan di beberapa tempat di Kabupaten Kayong Utara, karena masih terdapat sisa-sisa api yang harus dipadamkan oleh Satgas Darat maupun Satgas Udara,” jelasnya.

Lahan Gambut Masih Menyimpan Ancaman Api

Penanganan karhutla di wilayah gambut membutuhkan perhatian khusus. Api tidak selalu terlihat di permukaan karena bara dapat bertahan di lapisan tanah dan berpotensi kembali menyala ketika kondisi lingkungan mendukung.

Karena itu, penyiraman air secara berulang diperlukan untuk memastikan bara api di dalam tanah benar-benar padam.

BPBD Kalimantan Barat mengandalkan kerja sama antara Satgas Darat dan Satgas Udara dalam proses penanganan. Tim darat bertugas menjangkau serta memadamkan titik kebakaran, sedangkan helikopter membantu pembasahan kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat.

Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat, upaya pemadaman belum dihentikan. Pembasahan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik kebakaran, terutama di kawasan gambut.

Melalui operasi terpadu tersebut, pemerintah berharap seluruh sisa kebakaran dapat dituntaskan sehingga risiko karhutla susulan dapat ditekan dan kualitas udara masyarakat tetap terjaga.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update