Jumat, 06 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Kalbar Bidik Ekspor USD 5 Miliar, BFATLEX 2027 Jadi Pintu Pasar Global

✍️ Fitriani 🕒 06 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Direktur Borneo Investasi Utama (BIU), Dr. Ahmad Saleh (kiri) menyampaikan arahan terkait penyelenggaraan BFATLEX 2027 saat media gathering di Novotel Hotel Pontianak, Kamis (5/11).
Direktur Borneo Investasi Utama (BIU), Dr. Ahmad Saleh (kiri) menyampaikan arahan terkait penyelenggaraan BFATLEX 2027 saat media gathering di Novotel Hotel Pontianak, Kamis (5/11). Foto: istimewa

infokayong.com – Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan peningkatan nilai ekspor hingga 5 miliar dolar AS dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Salah satu langkah yang disiapkan untuk mencapai sasaran tersebut melalui penyelenggaraan Borneo Food, Agriculture, Transport and Logistics Expo (BFATLEX) 2027 di Pontianak.

Pameran berskala internasional itu dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Juli 2027 di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha lokal dengan investor, pembeli, serta mitra perdagangan dari berbagai negara.

Direktur Borneo Investasi Utama (BIU), Ahmad Saleh, mengatakan BFATLEX 2027 dirancang untuk memperluas jaringan perdagangan sekaligus memperkuat posisi Kalbar sebagai pusat bisnis dan perdagangan regional di kawasan Kalimantan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan media gathering BFATLEX 2027 di Novotel Hotel Pontianak, Kamis (5/11/2026).

Menurut Ahmad, penyelenggaraan expo tersebut melibatkan sejumlah organisasi dan asosiasi usaha, di antaranya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, Indonesia National Shipowner's Association (INSA), serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

"Kegiatan ini menjadi forum diseminasi dan sosialisasi informasi sekaligus persiapan penyelenggaraan expo internasional yang melibatkan pelaku usaha, investor, serta mitra perdagangan dari dalam dan luar negeri," katanya.

Sejumlah negara ditargetkan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Keterlibatan mitra dari berbagai negara diharapkan membuka peluang kerja sama perdagangan sekaligus mendorong masuknya investasi ke sektor pangan, pertanian, transportasi, dan logistik di Kalbar.

Ahmad menjelaskan, peningkatan ekspor menjadi salah satu perhatian utama karena nilai perdagangan luar negeri Kalbar dalam lima tahun terakhir masih mengalami fluktuasi dan belum mencapai 3 miliar dolar AS.

Berdasarkan data yang dipaparkan BIU, nilai ekspor Kalbar tercatat sebesar 1,85 miliar dolar AS pada 2021. Angka tersebut meningkat menjadi 2,45 miliar dolar AS pada 2022.

Namun, ekspor mengalami penurunan menjadi 1,95 miliar dolar AS pada 2023. Pada 2024 nilainya kembali naik menjadi 2,08 miliar dolar AS, sebelum turun menjadi 1,89 miliar dolar AS pada 2025.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggaraan BFATLEX diarahkan untuk memperluas akses pasar internasional, khususnya bagi produk pangan dan pertanian yang menjadi sektor unggulan daerah.

"Kami berharap, melalui penyelenggaraan expo tersebut, nilai ekspor Kalbar dapat meningkat secara bertahap hingga mencapai USD 5 miliar dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun ke depan," ujarnya.

Selain memperluas pasar, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Pelaku usaha daerah didorong memperbaiki kualitas, desain, kemasan, hingga citra merek agar mampu memenuhi kebutuhan dan standar pasar internasional.

Produk dan jasa unggulan Kalbar nantinya akan diperkenalkan kepada pengusaha, pembeli, serta importir dari berbagai negara. Dengan demikian, pelaku usaha daerah diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun kemitraan bisnis dan memperluas jangkauan pemasaran.

Ahmad menilai, letak geografis Kalbar yang berdekatan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur menjadi keunggulan tersendiri dalam pengembangan perdagangan internasional.

Kedekatan wilayah dengan Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, serta akses menuju sejumlah pasar Asia lainnya dinilai dapat menjadi modal untuk menarik investasi dan memperkuat konektivitas perdagangan.

Melalui BFATLEX 2027, BIU berharap kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional semakin berkembang. Penguatan sektor perdagangan, transportasi, dan logistik juga diharapkan mampu mendukung Kalbar menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan maritim di kawasan regional.

Jika peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, produk unggulan Kalbar diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga semakin dikenal dan menjangkau pasar global.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update