Mahjong Kembali Populer di Kalangan Anak Muda, Jadi Tren Hiburan Baru
infokayong.com – Permainan Mahjong yang selama ini identik dengan generasi terdahulu mulai menarik perhatian kalangan anak muda. Di Yogyakarta, minat terhadap permainan tradisional asal Tiongkok tersebut terlihat dari bermunculannya ruang bermain atau Mahjong room.
Mahjong dimainkan menggunakan kepingan ubin dengan beragam simbol, angka, dan karakter. Umumnya, permainan ini melibatkan empat orang yang harus menyusun kombinasi ubin dengan mengandalkan konsentrasi, pengamatan, strategi, serta keberuntungan.
Meski tampak sederhana, Mahjong memiliki aturan dan pengetahuan dasar yang perlu dipahami sebelum seseorang mulai bermain. Pemain harus mengenali jenis ubin, memahami cara menyusun kombinasi, hingga memperhatikan jalannya permainan.
Coach Mahjong, Debora, mengatakan pemula perlu terlebih dahulu diperkenalkan dengan karakteristik ubin dan aturan permainan agar dapat mengikuti setiap putaran dengan baik.
“Ketika belum pernah sama sekali bermain Mahjong, kita harus kenalkan dahulu ubin dan karakternya apa saja dan tata cara bermain. Kalau tidak, akan menyulitkan diri sendiri dan teman bermain,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Debora mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab permainan tersebut kembali diminati generasi muda. Namun, keberadaan sejumlah tempat bermain Mahjong di Yogyakarta menunjukkan adanya ketertarikan baru terhadap permainan yang membutuhkan empat orang dalam satu meja tersebut.
Ketertarikan itu dirasakan Dewi, yang baru pertama kali mencoba Mahjong. Ia memilih mengikuti bimbingan terlebih dahulu karena belum memahami aturan permainannya.
“Karena saya belum tahu bagaimana cara bermainnya, lebih baik saya belajar dari coach. Menariknya, baru satu kali belajar justru semakin ingin bermain karena seru,” kata Dewi.
Selain menjadi sarana hiburan, Mahjong juga membuka kesempatan bagi pemain untuk mengenal orang baru. Hal tersebut dirasakan Fera yang mengaku telah beberapa kali bermain Mahjong di Yogyakarta.
Menurutnya, sistem permainan yang melibatkan empat orang membuat pemain berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang sebelumnya belum dikenal.
“Kebetulan sering satu meja itu belum kenal. Karena harus bermain dengan empat orang, sehingga untuk melengkapi itu kita jadi nambah teman,” ujarnya.
Kembalinya minat terhadap Mahjong memperlihatkan bagaimana permainan tradisional dapat menemukan ruang baru di tengah perubahan tren hiburan. Bagi sebagian anak muda, aktivitas tersebut bukan hanya tentang menyusun kepingan ubin, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bersosialisasi dan memperluas pertemanan.
