Kamis, 29 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

OMC Tingkatkan Curah Hujan di Kalbar, Sejumlah Wilayah Terendam Banjir

✍️ Fitriani 🕒 09 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo saat menghadiri briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang Pusdalops BPBD Kalbar. Kamis, 8 Oktober 2026 malam.
Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo saat menghadiri briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang Pusdalops BPBD Kalbar. Kamis, 8 Oktober 2026 malam. Foto: istimewa

infokayong.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turut meningkatkan intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Namun, tingginya curah hujan pada Rabu (7/10/2026) menyebabkan sejumlah wilayah di provinsi tersebut dilaporkan mengalami genangan dan banjir.

Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, mengatakan operasi modifikasi cuaca telah dilakukan oleh satgas udara selama sepekan terakhir. Saat ini, pelaksanaannya lebih difokuskan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Hal itu disampaikan Asrianus saat menghadiri briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar, Kamis (8/10/2026) malam.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, hujan telah turun di wilayah Kayong Utara pada Kamis, sedangkan Kabupaten Ketapang belum mendapatkan hujan pada hari yang sama.

Asrianus menjelaskan, curah hujan juga mulai terjadi setiap hari di sejumlah wilayah Kalbar bagian timur dan utara selama sepekan terakhir.

"Potensi Hujan itu sebenarnya sudah ada, karena dibantu oleh OMC, maka intensitas curah hujannya semakin meningkat. Makanya pada Rabu kemarin, ada beberapa tempat di Kalbar ada yang tergenang karena tingginya intensitas curah hujan," ujar Bulo.

Kabut Asap Masih Hambat Pemadaman Karhutla

Meski hujan mulai turun di sejumlah daerah, upaya pemadaman karhutla melalui udara masih menghadapi kendala berupa kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

Asrianus mengungkapkan, pada Kamis (8/10/2026), sejumlah helikopter untuk pengeboman air (water bombing) dan helikopter patroli udara tidak dapat beroperasi akibat rendahnya jarak pandang atau visibility.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Kalbar belum sepenuhnya selesai meskipun beberapa wilayah telah diguyur hujan.

Menurut Asrianus, sebagian besar wilayah mulai menunjukkan kondisi yang lebih terkendali, dengan sisa kebakaran dan asap masih menjadi persoalan. Namun, situasi di wilayah selatan Kabupaten Ketapang masih membutuhkan perhatian karena jumlah titik api relatif tinggi.

"Kondisi ini menunjukan bencana kabut asap karena karhutla di Kalbar belum berakhir, meski sejumlah wilayah sudah diguyur hujan. Meski demikian, kita bersyukur, saat ini bencana karhutla di wilayah Kalbar sedikit teratasi dan hanya menyisakan bekas kebakaran dan asapnya saja. Kecuali di wilayah Kabupaten Ketapang bagian selatan karena di daerah ini jumlah titik api (firespot) nya masih cukup tinggi yaitu 25 titik. Kondisi ini yang mengakibatkan masih adanya kabut asap yang mengganggu jarak pandang bagi satgas udara," ujar Bulo.

Pemantauan Jarak Pandang Dilakukan Setiap Jam

Untuk mendukung kelancaran operasi udara, Asrianus meminta satgas terus memantau perkembangan jarak pandang berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio setiap jam.

Ia menyebutkan, jarak pandang mulai membaik pada rentang pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dengan perkiraan mencapai 5 sampai 7 kilometer. Meski demikian, waktu tersebut dinilai kurang ideal untuk penerbangan karena bertepatan dengan menjelang matahari terbenam.

Kondisi itu membuat pelaksanaan pemadaman melalui water bombing tetap menghadapi keterbatasan waktu dan keselamatan penerbangan.

OMC Difokuskan di Kabupaten Ketapang

Di tengah kendala pemadaman melalui udara, operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang diandalkan untuk membantu meningkatkan curah hujan, terutama di wilayah Kabupaten Ketapang.

Asrianus berharap potensi pembentukan awan hujan dalam beberapa hari mendatang cukup besar sehingga penyemaian awan dapat dilakukan secara lebih optimal.

"Untuk saat ini, kita hanya bisa mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Kabupaten Ketapang untuk membantu peningkatan curah hujan dan kita semua berharap dalam beberapa hari ke depan Potensi awan hujannya cukup banyak, sehingga lebih memaksimalkan peran OMC dalam menyemai natrium klorida (NaCl) di wilayah itu,," tutur Bulo, mengharapkan.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu penanganan karhutla di Kalbar, khususnya di wilayah yang masih memiliki titik api dan terdampak kabut asap. Di sisi lain, pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang tetap diperlukan untuk mendukung keselamatan serta efektivitas operasi satgas udara.

F
FitrianiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update